Evolusi

Image result for evolusi 

Evolusi adalah proses perubahan secara berangsur-angsur (bertingkat) dimana sesuatu berubah menjadi bentuk lain (yang biasanya) menjadi lebih kompleks/ rumit ataupun berubah menjadi bentuk yang lebih baik.
Evolusi berasal dari bahasa latin evolvere "membuka lipatan," dari ex- "keluar" + volvere "menggulung" (1641) yang berarti "membuka lipatan, keluar, berkembang,". Evolusi pada tahun 1622, pada awalnya berarti "membuka gulungan buku"; namun istilah ini digunakan pertama kali dalam pengertian ilmiah modern pada tahun 1832 oleh seorang Geologis berkebangsaan Skotlandia bernama Charles Lyell. Charles Darwin kemudian menggunaka istilah ini satu kali dalam paragraf penutup bukunya yang berjudul "The Origin of Species" (Asal mula Spesies) pada tahun 1859. Istilah ini kemudian dipopulerkan oleh Herbert Spencer dan ahli biologi lainnya.



Teori Evolusi yang Terjadi Pada Makhluk Hidup
A. Penyebab terjadinya Evolusi 

1. Adaptasi dan Seleksi Alam
Lingkungan yang ditempati oleh makhluk hidup mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Hal ini mendorong makhluk hidup yang menempati lingkungan tersebut untuk beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan salah satu caranya adalah melalui evolusi. Adaptasi tersebut merupakan salah satu mekanisme seleksi alam dimana yang dapat bertahan adalah yang berhasil dalam proses adaptasinya. Sebagai contoh, untuk beradaptasi terhadap lingkungannya yaitu sabana dengan tumbuhan perdu dan pepohonan tinggi beranting banyak, jerapah harus memakan dedaunan yang berada di ujung ranting. Jerapah berleher panjang yang dapat beradaptasi dengan lingkungan tersebut akan mampu bertahan hidup dan mewarisi sifat unggulnya pada keturunannya. Namun sebaliknya jerapah berleher pendek mengalami kepunahan karena tidak mampu beradaptasi dalam mekanisme seleksi alam yang terjadi. Adaptasi dan seleksi alam erat kaitannya dengan teori evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin.
2. Seleksi Buatan
Proses ini lazim dilakukan pada bidang pertanian dan peternakan dan bertujuan meningkatkan produksi, mutu, maupun daya tahan dari tumbuhan atau hewan yang dibudidayakan. Sebagai contoh pada persilangan burung dara biasa dengan burung dara yang memiliki ekor seperti kipas. Setelah dikawinkan, dilakukan seleksi pada keturunan burung dara tersebut yang memiliki ekor berbentuk kipas sesuai dengan tujuan semula.

B. Teori Evolusi dan Para Pencetusnya

Terdapat beberapa tokoh yang mengemukakan teori evolusi dari waktu ke waktu, diantaranya ialah :
1. Aristoteles (384-322 SM)
Ia merupakan seorang filsuf asal Yunani yang mengatakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda tak hidup yang terjadi secara spontan (generatio spontanea). Teori ini dikenal dengan sebutan teori abiogenesis. Berdasarkan teorinya, ia meyakini bahwa ikan dan katak berasal dari lumpur. Aristoteles tidak sendiri, teorinya ini diperkuat oleh Antonie Van Leeuwenhoek setelah berhasil menemukan sebuah mikroskop sederhana yang digunakan untuk mengamati setetes air rendaman jerami. Ia menemukan adanya makhluk-makhluk yang amat kecil di dalam setetes air tersebut. Meskipun dianggap berhasil membuktikan teori abiogenesis, Antonie Van Leeuwenhoek berkeyakinan bahwa makhluk hidup tersebut berasal dari udara. Bukan jerami yang membusuk seperti yang diyakini oleh peneliti lainnya.
2. Empedoclas (495-435 SM)
Menurut teori yang ia kemukakan, kehidupan berasal dari lumpur hitam yang mendapat sinar matahari dan berubah menjadi makhluk hidup. Makhluk hidup yang sederhana itupun berevolusi menjadi mahkluk yang lebih kompleks. 
3. Anaximander (500 SM)
Anaximander merupakan ilmuan yang menyatakan bahwa manusia berasal dari makhluk akuatik yakni ikan. Menurutnya manusia dan hewan lainnya dibesarkan di dalam perut seekor ikan sebelum kemudian hidup di daratan. Teori tersebut diperolehnya melalui observasi di lautan Yunani terhadap ikan hiu yang menjaga anak-anaknya di dalam perutnya.
4. Count De Buffon (1707-1788)
Menurutnya variasi-variasi yang terjadi karena pengaruh alam sekitardiwariskan sehingga terjadi penimbunan variasi.
5. Sir Charles Lyell (1797-1875)
Ilmuan asal Skotlandia ini terkenal dengan pendapatnya yang menyatakan bahwa permukaan bumi terbentuk secara bertahap dalam jangka waktu yang sangat lama. Pendapatnya ini ditulis di dalam buku berjudul Principles of Geology. Setelah pendapatnya ini dikemukakan, maka bermunculanlah para ahli biologi yang mengungkapkan bahwa makhluk hidup juga mengalami perubahan secara berangsur-angsur dan dalam jangka waktu yang sangat lama. Perubahan yang terjadi hanya merupakan penyimpangan dari sifat-sifat yang dimiliki oleh pendahulunya sehingga lahir generasi dengan sifat baru. Namun seiring berjalannya waktu, penyimpangan yang terjadi semakin banyak sehingga yang lahir justru adalah spesies baru. Peritiwa ini menjadi awal mula berkembangnya teori-teori evolusi berikutnya seperti yang dikemukakan oleh Lamarck dan Charles Robert Darwin.
6. Lamarck
Ahli biologi berkebangsaan Perancis ini mengemukakan teori asal muasal makhluk hidup dengan menghubungkan antara makhluk hidup sederhana dengan makhluk hidup yang kompleks. Terdapat beberapa poin penting dalam teorinya yang meliputi :
- Makhluk hidup dengan kompleksitas tinggi berasal dari makhluk hidup sederahana sebagai nenek moyangnya.
- Untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya, organ tubuh makhluk hidup senantiasa mengalami adaptasi.
- Organ tubuh yang sering digunakan akan berkembang menjadi lebih sempurna sedangkan yang tidak digunakan akan menghilang. Teori ini disebut juga dengan sebutan teori Use and Disuse.
- Perubahan sifat organ tubuh akan diwariskan kepada keturunannya seperti pada jerapah berleher pendek yang akan beradaptasi dengan cara menjulurkan lehernya untuk menjangkau makanan yang tinggi sehingga ia memiliki leher yang panjang. Sifat leher panjang ini akan diwariskan kepada keturunannya sehingga semua jerapah berleher panjang.
7. Charles Robert Darwin
Bapak teori evolusi ini mengawali observasinya dengan cara ikut dalam perjalanan kapal HMS Beagle pada usia 22 tahun. Kapal tersebut berlayar ke berbagai tempat dengan tujuan memetakan pesisir Amerika Selatan. Selama mengikuti perjalanan, ia menemukan fosil berbagai macam hewan yang punah dan diantaranya ada yang memiliki kemiripan dengan hewan yang masih ada. Perjalanannya pun sampai di kepulauan Galapagos dimana variasi antara hewan dan tumbuhan tampak sangat jelas. Di antara pengamatannya ia menemukan 14 jenis burung Finch yang ditandai dengan bentuk dan ukuran paruh yang berbeda-beda. Ini merupakan bentuk adaptasi burung Finch terhadap jenis makanannya. Terdapat bebrapa hal penting yang diperolah dari pengamatan Darwin, diantaranya yaitu :
- Sumber daya alam yang tersedia di bumi ini terbatas sehingga terjadi kompetisi antar makhluk hidup untuk dapat terus bertahan hidup.
- Dalam  populasi makhluk hidup terdapat variasi dan tidak ada dua individu yang sama persis. Variasi umumnya dapat diwariskan.
- Proses seleksi alam memicu terjadinya adaptasi dan populasi lambat laun dapat beradaptasi lebih baik terhadap lingkungannya.

C. Perbedaan Antara Teori Lamarck dan Darwin

Meskipun bersumber dari pengetahuan yang sama, namun terdapat perbedaan pendapat mengenai apa yang terjadi pada makhluk hidup menurut Lamarck dan Charles Darwin. Menurut Lamarck perubahan sifat nenek moyang dapat diwariskan pada keturunannya. Seperti pada contoh jerapah berleher panjang. Menurutnya nenek moyang jerapah memiliki leher yang pendek, namun ia harus menjangkau dedaunan di pepohonan yang tinggi sehingga jerapah beradaptasi dengan cara memanjangkan lehernya. Sifat leher jerapah yang panjang tersebut diwariskan pada keturunannya sehingga semua jerapah memiliki leher yang panjang. Berbeda halnya dengan yang disampaikan oleh Charles Darwin yang mengemukakan bahwa evolusi terjadi melalui seleksi alam dengan adanya adaptasi. Menurutnya nenek moyang jerapah terdiri dari dua jenis yakni jerapah berleher panjang dan pendek. Ketika harus menjangkau makanan di pepohonan yang tinggi, jerapah berleher panjang dapat melakukannya sedangkan jerapah berleher pendek tidak mampu sehingga ia mati.

Contoh Makhluk Hidup Yang Mengalami Perubahan Atau Evolusi Karena Adaptasi Dan Seleksi Alam


Seleksi Alam 
Seleksi alam adalah proses di alam. Misalnya perubahan lingkungan. Persaingan antarorganisme. dan proses makan dimakan. yang dapat memilih organisme yang dapat bertahan hidup atau tidak dapat bertahan hidup di alam.
Di Kepulauan Galapagos juga terdapat contoh adanya seleksi alam yang lain. Kaktus yang hidup di pulau yang tidak dihuni kura-kura tumbuh rendah dengan duri-duri lunak. Adapun kaktus yang hidup di pulau yang dihuni kura-kura tumbuh seperti pohon dengan batang tebal dan tinggi serta dilindungi oleh duri yang keras dan kaku. Organisme yang berhasil lolos dari seleksi alam akan mampu bertahan hidup. Sebaliknya. organisme yang tidak berhasiI lolos dari seleksi alam akan punah. Contoh organisme yang punah karena seleksi alam adalah dinosaurus. Beberapa teori berusaha menjelaskan punahnya dinosaurus. Salah satunya menyebutkan bahwa dinosaurus punah karena jutaan tahun yang lalu sebuah meteor menabrak bumi. Tabrakan itu menimbulkan ledakan hebat yang mengakibatkan terlepasnya sejumlah besar debu ke atmoster. Debu tersebut menghalangi sinar matahari sehingga tumbuhan hijau tidak dapat melakukan fotosintesis. Akibatnya, banyak tumbuhan mati. Dinosaurus yang herbivor tidak mendapatkan makanan dan mati. Dinosaurus pemakan daging yang tidak mendapat mangsa akhirnya punah.
Contoh Makhluk Hidup Yang Mengalami Perubahan Atau Evolusi Karena Adaptasi Dan Seleksi Alam
Bagian tubuh makhluk hidup dapat berubah baik ciri, sifat, dan karakternya karena pengaruh lingkungan hidupnya. Jika bagian tubuh dari makhluk hidup selalu atau sering digunakan, maka bagian tersebut makin lama dapat berubah sehingga sesuai untuk digunakan pada lingkungan tersebut. Sebaliknya bagian tubuh yang tidak pernah atau jarang digunakan lagi makin lama akan menghilang (rudimenter). Bagian tubuh yang telah mengalami perubahan dan sudah sesuai dengan lingkungannya dikatakan bagian yang telah beradaptasi pada lingkungan. Bagian yang telah beradaptasi tersebut memiliki ciri atau karakter yang berbeda dengan aslinya. Bagian ini dinamakan ciri atau karakter atau sifat perolehan. Sifat perolehan tersebut akan diwariskan kepada keturunannya dari generasi ke generasi. Demikianlah seterusnya sehingga suatu saat nanti muncul makhluk hidup yang lebih maju daripada moyangnya. Teori yang dikemukakan Lamarck tersebut dikenal dengan use and disuse.
Lamarck mengambil contoh mengenai panjang leher jerapah. Menurutnya nenek moyang jerapah dahulu berleher pendek. Pada suatu ketika terjadilah bencana kekeringan sedemikian rupa sehingga jerapah hanya dapat memperoleh makanan dengan mengambil daun-daun yang ada di pepohonan. Karena sering mengambil daun-daun dipohon untuk dimakan, akibatnya leher jerapah tertarik, makin lama makin panjang. Akhirnya sifat perolehan yang baru yaitu leher panjang diwariskan pada generasi-generasi berikutnya sehingga jerapah sekarang berleher panjang.




Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Evolusi_(istilah)
http://www.kelasipa.com/2017/01/penjelasan-evolusi-makhluk-hidup-lengkap.html
http://agungmaulidi1008.blogspot.co.id/2015/01/contoh-makhluk-hidup-yang-mengalami.html 

Komentar