Geografi Dalam Kehidupan Manusia
1) Hartsorne (1960) menyatakan bahwa geografi adalah ilmu yang
berusaha menguraikan dan menginterprestasikan karakter variable dari
suatu tempat dengan tempat lain di bumi sebagai tempat kehidupan
manusia.
2) Fielding (1974) menyatakan bahwa geografi merupakan ilmu pengetahuan yang menggambarkan, menerangkan sifat 0- sifat bumi, menganalisis gejala – gejala alam dan penduduknya serta mempelajari corak khas dari unsure – unsure bumi dalam ruang serta waktu.
3) Yeates, dalam hagget (1979) menyatakan bahwa geografi adalah ilmu pengetahuan tentang perkembangan rasional dan pengujian terhadap teori – teori yang menjelaskan dan mempekirakan distribusi spasial dan likasi berbagai karakteristik dari permukaan bumi
4) Prof. Bintarto memberikan batasan bahwa geografi merupakan ilmu pengetahuan yang menceritakan,menerangkan sifat – sifat bumi, menganalisis gejala – gejala alam penduduk, serta mempelajari corak khas mengenai kehidupan dan berusaha mencari fungsi dari unsure – unsure bumi dalam ruang waktu.
5) Sementara Prof. Soetanto mendifinisikan geografi sebagai geosfer yang merupakan subtansi geografi dipelajari bidang ilmu lain. Oleh itu geosfer lebih mencirikan ilmu yang dipelajari geografi. Kajian geografi lebih dicirikan oleh sudut pandang atau cara penjelasan dalam mengkaji geosfer tersebut.
6) Tokoh yang lain dalam pengembangan ilmu geografi adalah Bernhardus Varenius (1622 – 1650). Dalam bukunya yang berjudul Geographia Generalis, Verenius mengemukakan pendapat bahwa pada dasarnya bidang geografi dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu :
a) Geografi Umum
1) Bagian terrestrial, yaitu pengetahuan tentang bumi sebagai keseluruhan bentuk ukurannya
2) Bagian falakiah, yaitu bagian yangmenelaah relasi bumi dengan planet serta bintang – bintang di jagat raya
3) Bidang kompralatif yaitu deskripsi mengenai bumi secara lengkap. Meliputi letak relative dari berbagai tempat di permukakan bumi serta prinsip – prinsip pelayaran samudra
b) Geografi Khusus
1) Aspek langit yaitu aspek yang secara khusus mempelajari iklim
2) aspek permukaan bumi, (litosfer) yang mempelajari mengenai relative bentuk muka bumi, flora serta fauna di berbagai wilayah dipermukaan bumi.
3) Aspek manusia, yaitu aspek yang mempelajari aspek penduduk,perdagangan, dan pemerintahan di berbagai wilayah
Faham determinis dipengaruhi pemikiran Darwin dengan teori evolusi biologi dalam perkembangan makhluk hidup. Sebagai contoh, Ratzel (jerman0 mengagap Negara sebagai organisasi hidup (makhluk hidup) yang dalam perkembangan memerlukan makanan, minuman dan ruang bagi kehidupan. Untuk memenuhi kehidupan suatu negara pada umumnya menguasai wilayah – wilayah lain, terutama wilayah yang lemah. Huntington berpendapat bahwa iklim wilayah sangat menentukan tingkat kemajuan social budaya penduduknya.
Menurut kelompok posibilisme yang menetukan kemajuan suatu wilayah adalah tingkat kemapuan penduduk, sedangkan alam hanya memberikan kemungkinan – kemungkinan untuk diolah dn dimanfaatkan bagi kehidupan manusia.
Pengetahuan manusia menegnai Bumi, sesungguhnya telah lama mengalami perkembangan yang begitu pesat. Hal ini disebakan, planet bumi merupakan ruang tempat hidup manusia yang senatiasa berintraksi dalam memanfaatkan potebsi bumi dari lingkungan sekitarnya. Contohnya sewaktu kita menghirup udara (O2) dalam proses pernapasan. Disadari atau tidak kita telah melakukan interaksi dengan lingkungan begitu pula sebaliknya. Oksigen yang dikeluarkan oleh tumbuhan setiap hari kita hirup karbondioksida yang kita keluarkan akan diserap oleh tumbuhan sebagai sumber tenaga dalam pengolahan makanan bagi tumbuhan.
Selain itu, dalam kehidupan keseharian sangatlah mudah ditemukan berbagai ketampakan gejala di muka bumi, contohnya permukaan bumi ini tidak rata dan bervariasi tetapi ada bagian yang tinggi seperti datarin tinggi,bukit,gunung atau pegunungan serta bagian – bagian yang rendah seperti lembang, palung, atau ngarai sehingga dapat berbagai kawasan muka bumi yang berbeda karakteristiknya. Serta fenomena alam seperti suhu udara wilayah pantai panas sedangkan suhu dipegunungan dingin dan berbagai fenomena lain karena pada hakekatnya menuntun kita kea rah konsep – konsep geografi.
2) Fielding (1974) menyatakan bahwa geografi merupakan ilmu pengetahuan yang menggambarkan, menerangkan sifat 0- sifat bumi, menganalisis gejala – gejala alam dan penduduknya serta mempelajari corak khas dari unsure – unsure bumi dalam ruang serta waktu.
3) Yeates, dalam hagget (1979) menyatakan bahwa geografi adalah ilmu pengetahuan tentang perkembangan rasional dan pengujian terhadap teori – teori yang menjelaskan dan mempekirakan distribusi spasial dan likasi berbagai karakteristik dari permukaan bumi
4) Prof. Bintarto memberikan batasan bahwa geografi merupakan ilmu pengetahuan yang menceritakan,menerangkan sifat – sifat bumi, menganalisis gejala – gejala alam penduduk, serta mempelajari corak khas mengenai kehidupan dan berusaha mencari fungsi dari unsure – unsure bumi dalam ruang waktu.
5) Sementara Prof. Soetanto mendifinisikan geografi sebagai geosfer yang merupakan subtansi geografi dipelajari bidang ilmu lain. Oleh itu geosfer lebih mencirikan ilmu yang dipelajari geografi. Kajian geografi lebih dicirikan oleh sudut pandang atau cara penjelasan dalam mengkaji geosfer tersebut.
6) Tokoh yang lain dalam pengembangan ilmu geografi adalah Bernhardus Varenius (1622 – 1650). Dalam bukunya yang berjudul Geographia Generalis, Verenius mengemukakan pendapat bahwa pada dasarnya bidang geografi dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu :
a) Geografi Umum
1) Bagian terrestrial, yaitu pengetahuan tentang bumi sebagai keseluruhan bentuk ukurannya
2) Bagian falakiah, yaitu bagian yangmenelaah relasi bumi dengan planet serta bintang – bintang di jagat raya
3) Bidang kompralatif yaitu deskripsi mengenai bumi secara lengkap. Meliputi letak relative dari berbagai tempat di permukakan bumi serta prinsip – prinsip pelayaran samudra
b) Geografi Khusus
1) Aspek langit yaitu aspek yang secara khusus mempelajari iklim
2) aspek permukaan bumi, (litosfer) yang mempelajari mengenai relative bentuk muka bumi, flora serta fauna di berbagai wilayah dipermukaan bumi.
3) Aspek manusia, yaitu aspek yang mempelajari aspek penduduk,perdagangan, dan pemerintahan di berbagai wilayah
Faham determinis dipengaruhi pemikiran Darwin dengan teori evolusi biologi dalam perkembangan makhluk hidup. Sebagai contoh, Ratzel (jerman0 mengagap Negara sebagai organisasi hidup (makhluk hidup) yang dalam perkembangan memerlukan makanan, minuman dan ruang bagi kehidupan. Untuk memenuhi kehidupan suatu negara pada umumnya menguasai wilayah – wilayah lain, terutama wilayah yang lemah. Huntington berpendapat bahwa iklim wilayah sangat menentukan tingkat kemajuan social budaya penduduknya.
Menurut kelompok posibilisme yang menetukan kemajuan suatu wilayah adalah tingkat kemapuan penduduk, sedangkan alam hanya memberikan kemungkinan – kemungkinan untuk diolah dn dimanfaatkan bagi kehidupan manusia.
Pengetahuan manusia menegnai Bumi, sesungguhnya telah lama mengalami perkembangan yang begitu pesat. Hal ini disebakan, planet bumi merupakan ruang tempat hidup manusia yang senatiasa berintraksi dalam memanfaatkan potebsi bumi dari lingkungan sekitarnya. Contohnya sewaktu kita menghirup udara (O2) dalam proses pernapasan. Disadari atau tidak kita telah melakukan interaksi dengan lingkungan begitu pula sebaliknya. Oksigen yang dikeluarkan oleh tumbuhan setiap hari kita hirup karbondioksida yang kita keluarkan akan diserap oleh tumbuhan sebagai sumber tenaga dalam pengolahan makanan bagi tumbuhan.
Selain itu, dalam kehidupan keseharian sangatlah mudah ditemukan berbagai ketampakan gejala di muka bumi, contohnya permukaan bumi ini tidak rata dan bervariasi tetapi ada bagian yang tinggi seperti datarin tinggi,bukit,gunung atau pegunungan serta bagian – bagian yang rendah seperti lembang, palung, atau ngarai sehingga dapat berbagai kawasan muka bumi yang berbeda karakteristiknya. Serta fenomena alam seperti suhu udara wilayah pantai panas sedangkan suhu dipegunungan dingin dan berbagai fenomena lain karena pada hakekatnya menuntun kita kea rah konsep – konsep geografi.
Penyebaran Makhluk Hidup
Biogeografi adalah ilmu yang mempelajari tentang penyebaran organisme di muka bumi. Organisme yang dipelajari mencakup organisme yang masih hidup dan organisme yang sudah punah.
Dalam
biogeografi dipelajari bahwa penyebaran organisme dari suatu tempat ke
tempat lainnya melintasi berbagai faktor penghalang. Faktor-faktor
penghalang ini menjadi pengendali penyebaran organisme. Faktor
penghalang yang utama adalah iklim dan topografi. Selain itu, faktor
penghalang reproduksi dan endemisme menjadi pengendali penyebaran
organisme.
Studi
tentang penyebarn spesies menunjukkan, spesies-spesies berasal dari
suatu tempat, namun selanjutnya menyebar ke berbagai daerah. Organisme
tersebut kemudian mengadakan diferensiasi menjadi subspesies baru dan
spesies yang cocok terhadap daerah yang ditempatinya.
Akibat
dari hal tersebut di atas maka di permukaan bumi ini terbentuk
kelompok-kelompok hewan dan tumbuhan yang menempati daerah yang
berbeda-beda. Luas daerah yang dapat ditempati tumbuhan maupun hewan,
berkaitan dengan kesempatan dan kemampuan mengadakan penyebaran.
Biogeografi mempelajari penyebaran hewan maupun tumbuhan di permukaan
bumi. Ilmu yang mempelajari peyebaran hewan di permukaan bumi disebut zoogeografi.
Penyebaran
hewan berdasarkan luas cakupannya dapat dibedakan menjadi cakupan
geografis, cakupan geologis, dan cakupan ekologis. Cakupan geografis
yaitu daerah penyebarannya meliputi daratan dan sistem perairan. Cakupan
geologis, yaitu keadaan daratan dan lautan di masa lampau. Cakupan
ekologis adalah daerah penyebarannya dengan kondisi lingkungan yang
sesuai.
Persebaran organisme di bumi dipengaruhi oleh beberapa Faktor sebagai berikut:
1) Lingkungan
Dua faktor lingkungan utama yang berpengaruh terhadap persebaran makhluk hidup adalah faktor
fisik (abiotik) adalah iklim (suhu, kelembaban udara, angin), air,
tanah, dan ketinggian permukaan bumi, dan yang termasuk faktor non fisik
(biotik) adalah manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan.
a) Faktor Abiotik
v Iklim
Faktor iklim termasuk di dalamnya keadaan suhu, kelembaban udara dan angin sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan setiap makhluk
di dunia. Faktor suhu udara berpengaruh terhadap berlangsungnya proses
pertumbuhan fisik tumbuhan. Sinar matahari sangat diperlukan bagi
tumbuhan hijau untuk proses fotosintesa. Kelembaban udara berpengaruh
pula terhadap pertumbuhan fisik tumbuhan. Sedangkan angin berguna untuk
proses penyerbukan. iklim yang berbeda-beda pada suatu wilayah
menyebabkan jenis tumbuhan maupun hewannya juga berbeda. Contohnya :
Tanaman di daerah tropis, banyak jenisnya, subur dan selalu hijau
sepanjang tahun karena bermodalkan curah hujan yang tinggi dan cukup
sinar matahari. berbeda dengan tanaman yang berada di daerah tundra.
v Keadaan tanah
Perbedaaan
jenis tanah, seperti pasir, aluvial, dan kapur serta jumlah zat mineral
yang terkandung dalam humus mempengaruhi jenis tanaman yang tumbuh.
Keadaan tekstur tanah berpengaruh pada daya serap tanah terhadap air.
Suhu tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan akar serta kondisi air di
dalam tanah. Di daerah tropis akan hidup berbagai jenis tumbuhan,
sedangkan di daerah gurun atau bersalju hanya akan hidup tumbuhan
tertentu. Tumbuhan kaktus salah satu tumbuhan yang mampu beradaptasi
dengan kondisi iklim dan keadaan tanah di gurun pasir. Perbedaan jenis
tanah menyebabkan perbedaan jenis dan keanekaragaman tumbuhan yang dapat
hidup di suatu wilayah. Contohnya: di Nusa Tenggara jenis hutannya
adalah Sabana karena tanahnya yang kurang subur.
v Air
Air
mempunyai peranan yang penting bagi pertumbuhan tumbuhan karena dapat
melarutkan dan membawa makanan yang diperlukan bagi tumbuhan dari dalam
tanah. Adanya air tergantung dari curah hujan dan curah hujan sangat
tergantung dari iklim di daerah yang bersangkutan. Keadaan tekstur tanah
berpengaruh pada daya serap tanah terhadap air. Suhu tanah berpengaruh
terhadap pertumbuhan akar serta kondisi air di dalam tanah. Jenis flora
di suatu wilayah sangat berpengaruh pada banyaknya curah hujan di
wilayah tersebut. Flora di daerah yang kurang curah hujannya
keanekaragaman tumbuhannya kurang dibandingkan dengan flora di daerah
yang banyak curah hujannya. Contohnya: di daerah gurun, hanya sedikit
tumbuhan yang dapat hidup, contohnya adalah pohon Kaktus dan tanaman
semak berdaun keras. Di daerah tropis banyak hutan lebat, pohonnya
tinggi-tingi dan daunnya selalu hijau.
v Tinggi Rendah Permukaan Bumi
Permukaan
bumi terdiri dari berbagai macam relief, seperti pegunungan, dataran
rendah, perbukitan dan daerah pantai. Perbedaan tinggi-rendah permukaan
bumi mengakibatkan variasi suhu udara. Variasi suhu udara mempengaruhi
keanekaragaman tumbuhan. Hutan yang terdapat di daerah pegunungan banyak
dipengaruhi oleh ketinggian tempat. Faktor ketinggian permukaan bumi
umumnya dilihat dari ketinggiannya dari permukaan laut . Semakin tinggi
suatu daerah semakin dingin suhu di daerah tersebut. Demikian juga
sebaliknya bila lebih rendah berarti suhu udara di daerah tersebut lebih
panas. Oleh sebab itu ketinggian permukaan bumi besar pengaruhnya
terhadap jenis dan persebaran tumbuhan. Daerah yang suhu udaranya
lembab, basah di daerah tropis, tanamannya lebih subur dari pada daerah
yang suhunya panas dan kering.
b) Faktor Biotik (Makhluk Hidup)
Makhluk
hidup seperti manusia, hewan dan tumbuhan memiliki pengaruh yang cukup
besar dalam persebaran tumbuhan. Terutama manusia dengan ilmu dan
teknologi yang dimilikinya dapat melakukan persebaran tumbuhan dengan
cepat dan mudah. Hutan kota merupakan jenis hutan yang lebih banyak
dipengaruhi oleh faktor biotik, terutama manusia. Manusia juga mampu
mempengaruhi kehidupan fauna di suatu tempat dengan melakukan
perlindungan atau perburuan binatang. Hal ini menunjukan bahwa faktor
manusia berpengaruh terhadap kehidupan flora dan fauna di dunia ini.
Contohnya: daerah hutan diubah menjadi daerah pertanian, perkebunan atau
perumahan dengan melakukan penebangan, reboisasi,atau pemupukan.
Selain itu faktor hewan juga memiliki peranan terhadap penyebaran tumbuhan flora. Peranan faktor tumbuh-tumbuhan adalah untuk menyuburkan tanah. Tanah yang subur memungkinkan terjadi perkembangan kehidupan tumbuh-tumbuhan dan juga mempengaruhi kehidupan faunanya. hewan juga memiliki peranan terhadap penyebaran tumbuhan flora. contohnya: serangga dalam proses penyerbukan, kelelawar, burung, tupai membantu dalam penyebaran biji tumbuhan. Peranan faktor tumbuh-tumbuhan adalah untuk menyuburkan tanah. Tanah yang subur memungkinkan terjadi perkembangan kehidupan tumbuh-tumbuhan dan juga mempengaruhi kehidupan faunanya.
Selain itu faktor hewan juga memiliki peranan terhadap penyebaran tumbuhan flora. Peranan faktor tumbuh-tumbuhan adalah untuk menyuburkan tanah. Tanah yang subur memungkinkan terjadi perkembangan kehidupan tumbuh-tumbuhan dan juga mempengaruhi kehidupan faunanya. hewan juga memiliki peranan terhadap penyebaran tumbuhan flora. contohnya: serangga dalam proses penyerbukan, kelelawar, burung, tupai membantu dalam penyebaran biji tumbuhan. Peranan faktor tumbuh-tumbuhan adalah untuk menyuburkan tanah. Tanah yang subur memungkinkan terjadi perkembangan kehidupan tumbuh-tumbuhan dan juga mempengaruhi kehidupan faunanya.
2) Sejarah geologi
Kira-kira 200 juta tahun yang lalu, yaitu pada periode jurasik awal, benua-benua utama bersatu dalam superbenua (supercontinent) yang disebutPangaea.
Hipotesis ini disampaikan seorang ilmuwan Jerman. Alfred Weneger pada
tahun 1915. hipotesis ini disampaikan lewat bukunya yang berjudul Asal-usul Benua-benua dan Lautan.
Pada awal tahun 1960-an, bukti-bukti mengenai pergerakan/pergeseran benua (continental drift)
berhasil ditemukan. Benua-benua yang tergabung dalam Pangea mulai
memisah secara bertahap. Terbukanya laut Atlantik Selatan dimulai
kira-kira 125-130 juta tahun lalu, sehingga Afrika dan Amerika Selatan
bersatu secara langsung. Namun, Amerika Selatan juga telah bergerak
perlahan ke Amerika Barat dan keduanya dihubungkan tanah genting Panama.
Ini terjadi kira-kira 3,6 juta tahun yang lalu. Saat “jembatan” Panama
terbentuk secara sempurna, beberapa hewan dan tumbuhan dari Amerika
Selatan termasuk Oposum dan Armadillo bermigrasi ke Amerika Barat. Pada
saat yang bersamaan beberapa hewn dan tumbuhan dari Amerika Barat
seperti oak, hewan rusa, dan beruang bermigrasi ke Amerika Selatan. Jadi
perubahan posisi baik dalam skala besar maupun kecil berpengaruh besar
dalam pola distribusi organisme, seperti yang kita saksikan saat ini.
Contoh lain adalah burung-burung yang tidak dapat terbang, misalnya
ostriks, rhea, emu, kasuari dan kiwi terlihat memiliki divergensi
percabangan sangat awal dalam perjalanan evolusi dari semua kelompok
burung lainnya. Akibatnya terjadilah subspesies tadi.
Australia
adalah contoh yang sesuai untuk mengetahui bagaimana gerakan
benua-benua memengaruhi sifat dan distribusi organisme. Sampai kira-kira
53 juta tahun lalu, Australia dihubungkan dengan Antartika. Hewan khas
Australi, yaitu mamalia berkantung (marsupialia), yang ada pula meski
sedikit di Amerika Selatan, secara nyata terlihat sudah bergerak di
antara kedua benua ini lewat Antartika.
3) Penghambat Fisik
Faktor penghambat fisik disebut juga penghalang geografi atau barrier (isolasi geografi) seperti daratan (land barrier), perairan (water barrier), dan penggentingan daratan (isthmus).
Contohnya adalah: gunung yang tinggi, padang pasir, sungai atau lautan
membatasi penyebaran dan kompetisi dari suatu spesies. Contoh kasusnya
adalah terjadinya subspesies burung finch di kepulauan Galapagos akibat
isolasi geografis. Di kepulauan tersebut, Charles Darwin menemukan 14
spesies burung finch yang diduga berasal dari satu jenis burung finch
dari Amerika Selatan. Perbedaan burung finch tersebut akibat keadaan
lingkungan yang berbeda. Perbedaannya terletak pada ukuran dan bentuk
paruhnya. Perbedaan ini ada hubungannya dengan jenis makanan.
Kita
mengetahui bahwa makhluk hidup itu berkembangbiak, misalnya bagi
makhluk yang hidup di daratan, air merupakan hambatan (water barrier)
sedangkan sebaliknya bagi makhluk air, daratan merupakan hambatan (land
barrier). Daratan yang sempit juga dapat menjadi hambatan, misalnya
Costarica di Amerika Tengah merupakan hambatan berupa filter atau
saringan Persebaran makhluk daratan Amerika Utara dan Amerika Selatan.
Selat Panama merupakan filter makhluk hidup di Samudra Atlantik dan
Pasifik. Sebaliknya, kepulauan dapat menjadi jembatan penyebrangan
antara Eurasia dan Australia.
Penyebaran
hewan dari protozoa sampai mamalia sebagian terjadi secara dinamis.
Penyebaran secara dinamis artinya hewan melakukan penyebaran oleh
dirinya sendiri. Faktor luar yang mempengaruhi penyebaran hewan maupun
tumbuhan dan biasanya menghambat dinamakan “barier” atau “sawar”. Sawar ini dapat dibedakan menjadi sawar fisik, sawar iklim, dan sawar biologis.
Sawar
fisik air menjadi penghambat penyebaran hewan darat dan sebaliknya
sawar fisik darat menjadi penghambat penyebaran hewan air. Misalnya
katak tidak apat hidup pada air asin. Jadi salinitas merupakan
penghambat bagi penyebaran hewan katak. Adapun luas benua menjadi
hambatan bagi penyebaran hewan air.
Sawar
iklim seperti temperatur rata-rata, musim, kelembapan, kuat lemahnya
penyinaran serta lamanya peyinaran sinar matahari. Sedangkan sawar
biologis adalah tidak adanya makanan, adanya predator, competitor,
pesaing atau adanya penyakit. Penyebaran suatu jenis serangga dibatasi
penyebarannya oleh jenis tanaman sebagai makanan, tempat berlindung, dan
tempat untuk reproduksi. Pada kenyataannya, ketiga jenis sawar tersebut
bekerja secara terpadu untuk mempengaruhi atau menghambat penyebaran
suatu biota. Hal lain yang dapat menghambat penyebaran biota adalah
rendahnya toleransi terhadap kondisi faktor lingkungan yang maksimum
atau minimum. Hukum toleransi minimum Liebig yang menyatakan bahwa
ketahanan makhluk hidup disebabkan oleh adanya faktor esensil tetapi
berada dalam kondisi yang minimum dan individu tersebut memiliki daya
toleransi yang rendah untuk dapat beradaptasi. Bintang laut hidup pada
berbagai kadar garam tetapi bintang laut hanya dapat berkembangbiak pada
air yang kadar garamnya sangat rendah.
Tiga
faktor inilah yang menentukan adanya variabilitas biogeografi, namun
tentunya ada faktor lain yang menentukan variabilitas yaitu variasi
genetic hasil perkawinan dan mutasi genetic.Pembagian Wilayah Iklim di Dunia
Iklim di dunia (bumi) ditentukan oleh matahari
sehingga sering disebut iklim matahari. Banyak sedikitnya sinar matahari
yang diterima oleh permukaan bumi karena perbedaan garis lintang
menjadi dasar suatu iklim di wilayah tertentu. Daerah yang memiliki
garis lintang kecil, maka akan sinar matahari banyak diterima daerah
tersebut dan sebaliknya semakin besar garis lintang, maka semakin
sedikit menerima sinar matahari.

Contoh negara-negara di wilayah iklim tropis.
Benua Asia
Contoh negara-negara di wilayah iklim subtropis.
Benua Asia
Benua Amerika
Contoh negara-negara di wilayah iklim sedang.
Benua Eropa
Contoh negara-negara di wilayah iklim kutub
Benua Eropa
Sumber :
https://www.padamu.net/pembagian-wilayah-iklim-di-dunia
https://carlz185fr.wordpress.com/2013/05/08/penyebaran-makhluk-hidup/
https://arbiradian.wordpress.com/2014/06/21/geografi-dalam-kehidupan-manusia/
https://ulvaamelia.wordpress.com/2013/05/25/pembagian-wilayah-untuk-penyebaran-binatang/

Wilayah Iklim di Dunia
Sesuai iklim matahari, maka terdapat zona atau wilayah iklim di dunia yang dikelompokkan menjadi 4 bagian yaitu iklim tropis, subtropis, sedang dan kutub.Wilayah Iklim Tropis
Wilayah atau zona iklim tropis terletak pada garis khatulistiwa, posisi antara 23,5 derajat LU sampai dengan 23,5 derajat LS. Garis khatulistiwa merupakan garis tengah yang membagi bumi menjadi dua bagian yaitu bagian utara dan selatan. Daerah yang berada di zona iklim tropis hanya memiliki dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau.Contoh negara-negara di wilayah iklim tropis.
Benua Asia
- Asia Tenggara :Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Philipina, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, Myanmar, Timor Leste.
- Asia Selatan : India (sebagian), Bangladesh (sebagian), Srilanka, Maladewa
- Asia Timur : Hongkong, Taiwan (sebagian),
- Asia Barat : Yaman, Arab Saudi (sebagian), Oman, dan Uni Emirat Arab
- Ekuador, Kolombia, Venezuela, Brasil, Guyana, Guyana Perancis, Suriname, Peru, Bolivia, Panama,
- Semua negara di Amerika Tengah & Karibia,
- Sebagian Meksiko.
- Afrika Barat :Benin, Burkina Faso, Gambia, Ghana, Guinea, Guinea Bissau, Liberia, Mali, Mauritania, Nigeria, Pantai Gading, Senegal, Sierra Leone, Tanjung Verde, Togo-Lome
- Afrika Timur :Burundi, Djibouti, Eritrea, Ethiopia, Kenya, Komoro, Madagaskar, Malawi, Mauritius, Mozambik, Rwanda, Seychelles, Somalia, Sudan, Sudan Selatan, Tanzania, Uganda
- Afrika Tengah : Angola, Gabon, Guinea Khatulistiwa, Kamerun, Republik Demokratik Kongo, Kongo, Republik Afrika Tengah, Saotome Principe, Zaire, Zambia
- Afrika Utara : Chad, Niger, Sahara Barat
Wilayah Iklim Subtropis
Wilayah atau zona iklim subtropis letaknya diantara 23,5 derajat LU – 40 derajat LU dan 23,5 derajat LS – 40 derajat LS. Daerah-daerah yang berada di zona uklim subtropis memiliki ciri yang khas yaitu terdiri dari musim dingin, musim semi, musim panas, dan musim salju.Contoh negara-negara di wilayah iklim subtropis.
Benua Asia
- Asia Barat : Israel, Yordania, Lebanon, Qatar, Quwait, Bahrain, Iran, Irak, Afganistan, Pakistan,
- Asia Selatan : Nepal, Bhutan, Bangladesh (sebagian), India (sebagian)
- Asia Timur : China, Jepang, Korea Selatan, Korea Utara, Taiwan (sebagian)
- Afrika Selatan : Afrika Selatan, Lesotho, Mozambik, dan Swaziland
- Afrika Utara : Maroko, Aljazair, Mesir, Tunisia, Libya
- Australia bagian selatan, Selandia Baru(sebagian)
- Amerika Selatan : Paraguay (sebagian), Argentina (sebagian), Chile, dan Uruguay
- Amerika Utara : Meksiko (sebagian), Amerika Serikat (sebagian)
- Eropa Selatan : Portugal (sebagian), Spanyol (sebagian), Yunani, Malta, Siprus, Turki, Armenia, Turkmenistan, Tajikistan
Wilayah Iklim Sedang
Wilayah iklim sedang berada diantara 40 derajat LU – 60,5 derajat LU dan 40 derajat LS – 60,5 derajat LS. Iklim sedang, terdapat ciri khas yaitu banyak terdapat gerakan-gerakan udara siklonal, tekanan udara yang sering berubah-ubah, arah angin yang bertiup juga berubah-ubah tak menentu, dan sering terjadi badai secara tiba-tiba.Contoh negara-negara di wilayah iklim sedang.
Benua Eropa
- Irlandia, Inggris, Prancis, Austria, Jerman, Denmark, Norwegia (sebagian), Italia, Bulgaria, Rumania, Bulgaria, Ukraina, Belarus, Lituania, Latvia, Estonia, Kazakstan, Uzbekistan, Rusia(bagian selatan)
- Mongolia.
Wilayah Iklim Kutub
Wilayah atau zona iklim kutub terletak antara 60,5 derajat LU – 90 derajat LU dan 60,5 derajat LS – 90 derajat LS. Zona iklim kutub merupakan iklim yang sangat dingin dan ditandai dengan tidak adanya musim panas.Contoh negara-negara di wilayah iklim kutub
Benua Eropa
- Eropa : Rusia (bagian utara), Finlandia, Eslandia, Denmark, Swedia, Norwegia
- Amerika Serikat (Alaska). Kanada
PEMBAGIAN WILAYAH UNTUK PENYEBARAN BINATANG
Para ahli geologi berpendapat, bahwa pada
jaman purba, pulau-pulau di wilayah barat Indonesia merupakan bagian
dari benua Asia, sedangkan Pulau Papua dan pulau-pulau kecil di
sekitarnya semula adalah bagian dari benua Australia. Salah satu
buktinya adalah flora dan dan fauna yang ada di pulau-pulau tersebut.
Flora dan fauna di pulau Sumatera, Jawa dan Kalimantan serupa
dengan flora dan dan fauna benua Asia, sedangkan flora dan dan fauna di
pulau Papua, serupa dengan flora dan dan fauna di benua Australia,
sedangkan flora dan dan fauna di Pulau Sulawesi, Maluku dan Nusa
Tenggara merupakan fauna peralihan yang tidak serupa dengan fauna di
benua Asia maupun Australia.
Pada abad ke-19, Alfred Russel Wallace
mengusulkan ide tentang Garis Wallace, yang merupakan suatu garis
imajiner yang membagi kepulauan Indonesia ke dalam dua daerah. Garis
tersebut ditarik melalui kepulauan Melayu, di antara Kalimantan (Borneo)
dan Sulawesi (Celebes) dan di antara Bali dan Lombok. Seorang peneliti
lain, yang berkebangsaan Jerman bernama Weber, berdasarkan
penelitiannya, menetapkan batas penyebaran hewan dariAustralia ke
Indonesia bagian Timur. Garis batas tersebut dinamakan garis Weber.
Letak garis Wallace dan Weber dapat kalian lihat pada peta di bawah ini
Daerah di sebelah barat garis Wallace
dataran Sunda, flora dan faunanya disebut flora dan fauna Asiatis,
karena ciri-cirinya sama dengan fauna di benua Asia. Dataran di sebelah
timur garis Weber disebut dataran Sahul flora dan faunanya disebut fauna
Australis, sedangkan fauna diantara garis Wallace dan garis Weber
disebut fauna peralihan.
Berikut adalah perbedaan antar hewan asiatis dan australis:
Fauna Asiatis :
1. Binatang menyusui besar-besar
2. Terdapat bermacam-macam jenis kera.
3. Jenis ikan air tawar banyak.
4. Jenis burung berwarna tidak banyak.
Fauna Australis
1. Binatang menyusui kecil-kecil dan jenis binatang berkantong.
2. Tidak terdapat jenis kera.
3. Jenis ikan air tawar sedikit.
4. Terdapat banyak jenis burung berwarna.
Flora dan Fauna Asiatis
Fauna Asiatis antara lain adalah:
– gajah India di Sumatera,
– harimau ( terdapat di Jawa, Sumatera, dan Bali),
– badak bercula dua ( di Sumatera dan Kalimantan),
– badak bercula satu di Jawa,
– orang utan (di Sumatera danKalimantan),
– Kancil di Jawa, Sumatera dan Kalimantan, dan
– beruang madu di Sumatera dan Kalimantan.
Hal yang menarik adalah di Kalimantan
tidak terdapat harimau dan di Sulawesi terdapat binatang Asiatis seperti
monyet, musang, anoa, dan rusa. Di NusaTenggara terdapat sejenis cecak
terbang yang termasuk binatang Asia.
Fauna endemik di dataran ini adalah,
badak bercula satu di Ujung kulon Jawa Barat, Beo Niasdi Kabupaten Nias,
Bekantan/Kera Belanda dan Orang Utan di Kalimantan.
Contoh flora asiatis yaitu: tumbuhan jenis meranti-merantian, berbagai jenis rotan dan berbagai jenis nangka.
Flora dan Fauna Australis
Contoh fauna Australis adalah:
– kanguru,
– kasuari,
– kuskus,
– burung cendrawasih
Fauna Peralihan
Di daerah fauna peralihan juga terdapat
fauna endemik seperti Komodo di Pulau Komodo dan pulau-pulau sekitarnya,
tapir (kerbau liar), burung Kasuari di Pulau Morotai, Obi, Halmahera dan
Bacanan, dan Tarsius.
Berdasarkan pendekatan
biogeografi, kekayaan hayati Indonesia dibagi atas dua kelompok, yaitu
Indo Malayan dan Indo Australian. Daerah peralihannya ditandai dengan
garis Wallace dan garis Lydekker. Kelompok Indo Malayan meliputi tanaman
yang ada di Indonesia Barat, yaitu Sumatera, jawa, Kalimantan, dan
Bali. Sedangkan kelompok Indo Australia meliputi tanaman yang ada di
kawasan Indonesia Timur, yaitu Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan
Papua.
Karakteristik flora di Indonesia Bagian
Timur dan Flora di Indonesia Bagian Barat juga memiliki perbedaan.
Berikut ini adalah perbedaan karakteristik flora di Indonesia bagian
Barat dan Indonesia bagian Timur :
Flora di Indonesia bagian Barat :
- banyak terdapat jenis meranti-merantian
- terdapat berbagai jenis rotan
- tidak memiliki gutan kayu putih
- memiliki jenis tumbuhan matoa (pometia pinnata) yangsedikit
- memiliki jenis tumbuhan sagu yang sedikit
- memiliki berbagai jenis nangka
Flora di Indonesia bagian Timur :
- memiliki jenis meranti-merantian yang sedikit
- tidak memiliki rotan
- terdapat hutan kayu putih
- memiliki berbagai jenis tumbuhan matoa (khususnya di Papua)
- memiliki banyak tumbuhan sagu
- tidak terdapat jenis nangka.
PENYEBARAN FAUNA DI INDONESIA
Berdasarkan tinjauan zoologi, Indonesia
mempunyai perbedaan jenis fauna antara bagian barat, tengah, dan timur.
Wallace membagi fauna di Indonesia menjadi 3 type, yaitu :
1. Fauna tipe Asiatis (Asiatic)
fauna tipe asiatis ini meliputi fauna yang berada wilayah Sumatera, kalimantan, Jawa, dan Bali. Di wilayah ini terdapat banyak jenis fauna yang menyusui dan berukuran besar. terdapat banyak jenis kera dan ikan air tawar serta tidak banyak memiliki jenis burung berwarna.
jenis fauna yang banyak ditemukan di wilayah ini antara lain : orang utan, monyet proboscis, badak, harimau, rusa, burung heron, dan burung merak
fauna tipe asiatis ini meliputi fauna yang berada wilayah Sumatera, kalimantan, Jawa, dan Bali. Di wilayah ini terdapat banyak jenis fauna yang menyusui dan berukuran besar. terdapat banyak jenis kera dan ikan air tawar serta tidak banyak memiliki jenis burung berwarna.
jenis fauna yang banyak ditemukan di wilayah ini antara lain : orang utan, monyet proboscis, badak, harimau, rusa, burung heron, dan burung merak
2. Fauna tipe Peralihan (Austral Asiatic)
meliputi fauna yang berada di wilayah Sulawesi dan Kepulauan Nusa Tenggara bagian Tengah. Di wilayah ini banyak terdapat hewan endemis.
jenis fauna yang banyak ditemukan di wilayah ini antara lain babi, rusa, kuda, kuskus, anoa, dan komodo
meliputi fauna yang berada di wilayah Sulawesi dan Kepulauan Nusa Tenggara bagian Tengah. Di wilayah ini banyak terdapat hewan endemis.
jenis fauna yang banyak ditemukan di wilayah ini antara lain babi, rusa, kuda, kuskus, anoa, dan komodo
3. Fauna tipe Australis (Australic)
meliputi fauna yang terdapat di kepulauan Aru dan wilayah Papua. Di wilayah ini banyak ditemukan binatang menyusui yang berukuran kecil dan binatang berkantung.
jenis Fauna yang banyak ditemui di wilayah ini antara lain kanguru, burung cendrawasih, kakatua, nuri, kasuari, dan walabi.
meliputi fauna yang terdapat di kepulauan Aru dan wilayah Papua. Di wilayah ini banyak ditemukan binatang menyusui yang berukuran kecil dan binatang berkantung.
jenis Fauna yang banyak ditemui di wilayah ini antara lain kanguru, burung cendrawasih, kakatua, nuri, kasuari, dan walabi.
Sumber :
https://www.padamu.net/pembagian-wilayah-iklim-di-dunia
https://carlz185fr.wordpress.com/2013/05/08/penyebaran-makhluk-hidup/
https://arbiradian.wordpress.com/2014/06/21/geografi-dalam-kehidupan-manusia/
https://ulvaamelia.wordpress.com/2013/05/25/pembagian-wilayah-untuk-penyebaran-binatang/


Komentar
Posting Komentar